Sabtu, 28 Mei 2022

Etika Bisnis "Makalah Penjelasan Mengenai Soft Skill"

MAKALAH PENJELASAN MENGENAI SOFT SKILL


Disusun Oleh :

                                                    Nama               : Widya Miftahul Jana

                                                    NPM               : 16219593

                                                    Kelas               : 3EA25

                                                    Mata Kuliah    : Etika Bisnis


 

 

 

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2022



KATA PENGANTAR

 

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi penilaian tugas dalam mata kuliah Etika Bisnis  di bidang Soft skill dengan judul “Penjelasan Mengenai Soft Skill“.

Akhirnya penulis berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya sempurna, maka dari itu penulis sangat  memerlukan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan isi makalah.

            Akhir kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi para pembaca dan khususnya penulis sendiri.

 

                                                                                                            Bekasi, Mei 2022

                                                                                                            Penulis



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sebagai mahasiswa yang baik kita dituntut untuk mengembangkan soft skill tidak hanya untuk nilai tugas atau apapun itu yang berkaitan dengan mata kuliah, tetapi sangat jauh di dalam pemikiran kita soft skill itu sangat penting untuk mengasah kemampuan kita. Pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Sayangnya, tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja, tetapi juga bagi pendidik.

Mengingat pentingnya soft skills dalam membekali siswa menggapai prestasi hidup maka sudah selayaknya soft skills dalam pembelajaran dikedepankan. Didalam dunia kerja juga  soft skill sangat dibutuhkan, jadi saya akan menjelaskan tentang soft skill yang sedang merajalela di kalangan mahasiswa.

 

1.2  Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah, sebagai berikut :

1.      Penjelasan Soft skill ?

2.      Pengaruh Soft skill ?

3.      Pentingnya Soft skill ?

4.      Pergeseran Kualitas Soft skill ?

5.      Manfaat Soft skill ?

6.      Cara Melatih Soft skill ?

 

1.3  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dalam makalah ini adalah, sebagai berikut :

1.      Mengetahui Tentang Penjelasan Soft skill

2.      Memahami Pengaruh Soft skill

3.      Memikirkan Pentingnya Soft skill

4.      Menangani Pergeseran Kualitas Soft skill

5.      Mengetahui Manfaat Soft skill

6.      Bagaimana Cara Melatih Soft skill



BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Penjelasan Soft Skill

Soft skill adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Soft skill memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Tujuan dari pelatihan soft skill adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Soft skill memiliki banyak manfaat, misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari sisi organisasional, soft skill memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara total, efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skill adalah kesempatan. Lulusan memerlukan soft skill untuk membuka dan memanfaatkan kesempatan.

Sukses di dalam sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung kepada rasio dan logika individu tetapi juga kapasitas kemanusiannya. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat diibaratkan sebagai Gunung Es (Ice Berg). Yang nampak di luar permukaan air ialah kemampuan Hard Skill/ Technical Skill, sedangkan kemampuan yang berada di bawah permukaan air dan memiliki porsi yang paling besar ialah kemampuan Soft Skill.

Soft skill merupakan kemampuan yang tidak tampak dan seringkali berhubungan dengan emosi manusia. Dilihat dari konstraknya, semakin bergerak ke kanan menunjukkan atribut tersebut semakin empirik dan sebaliknya semakin bergerak ke kiri atribut tersebut semakin abstrak. Dilihat dari proses peningkatannya, semakin ke kanan semakin berorientasi pada kegiatan yang langsung dan semakin ke kiri semakin berorientasi pada kegiatan yang tidak langsung. Intervensi yang dapat diberikan dalam meningkatkan soft skills adalah dengan pelatihan atau dengan pembinaan yang intensif. Di sisi lain nilai-nilai dan moral dapat  ditingkatkan dengan kegiatan berfokus pada peningkatan kesadaran diri.

 

2.2  Pengaruh Soft Skill

Keterampilan sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Dengan keterampilan yang ada seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Soft skill merupakan keterampilan diluar keterampilan teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra personal mencakup kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri, manajemen sumber daya, pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal mencakup kesadaran sosial (kesadaran politik, memanfaatkan keragaman, berorientasi pelayanan) dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh, komunikasi, kooperatif, kerja sama tim, dan sinergi).

Sebagai contoh, di dunia kerja dalam proses perekrutan karyawan baru, Soft skill dievaluasi berdasarkan psikotest dan wawancara mendalam. Hasil dari psikotest tersebut akan digunakan perusahaan untuk menempatkan karyawan di posisi yang tepat. keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skill yang lebih baik. Perlu untuk diketahui bahwa soft skill bukanlah sesuatu yang stagnan. Keterampilan ini dapat diasah dan ditingkatkan seiring dengan bertambahnya pengalaman seseorang. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan soft skill, yang paling terkenal adalah learning by doing. Mengikuti berbagai pelatihan dan seminar juga dapat meningkatkan soft skill. Namun, diluar itu semua, ada satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan soft skill yaitu dengan lebih sering berinteraksi dan beraktifitas dengan orang lain. Mengingat pentingnya soft skill dalam kehidupan kita, maka marilah kita tingkatkan soft skill demi kehidupan yang lebih baik.

 

2.3  Pentingnya Soft Skill

Pada jaman ini banyak persaingan di dunia kerja, bahkan persaingan tersebut tidak meliputi kemampuan hard skill tetapi soft skill sangat berperan penting disini. Biasanya perusahaan membutuhkan karyawan yang cekatan dalam bekerja, selalu mempunyai inisiatif, bisa bekerja secara tim dan bisa mengembangkan diri di sebuah organisasi. karena soft skill mempunyai arti penting dimana manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dapat mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.

Modal sukses di lapangan pekerjaan sofskill memegang 80% nya. Perlu di ketahui bahwa selain hard skill kita juga membutuhkan soft skill dimana soft skill akan berpengharuh terhadap kualitas mahasiswa. Dalam meraih kesuksesan sudah banyak orang yang bisa meraih apa yang dicita-citakannya hanya dengan mengandalkan keterampilan soft skill.

Pumphrey dan Slatter (2002) menengarai bahwa soft skill memiliki karakteristik sebagai berikut :

·         Bersifat generik, dalam arti digunakan dalam berbagai penyelesaian tugas yang berbeda.

·         Dapat ditransfer dan diterapkan dalam berbagai aktivitas pelaksanaan tugas, disebut juga sebagai keterampilan hidup (life skills).

·         Merupakan keterampilan atau atribut yang terdapat dalam aktivitas seperti pemecahan masalah, komunikasi, pemanfaatan teknologi, dan bekerja dalam kelompok.

·         Dapat dipromosikan sebagai keterampilan yang memberi dalam ‘pembelajaran seumur hidup’ (‘life long learning’).

·         Dapat dimiliki dan digunakan oleh pengusaha dan organisasi pemerintah.

·         Dapat ditransfer dalam berbagai konteks yang berbeda oleh orang-orang yang memiliki latar belakang disiplin ilmu, profesi dan jabatan yang berbeda-beda.

2.4  Pergeseran Kualitas Soft Skill

Saat ini kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja lebih menekankan pada kualitas soft skill yang baik dibandingkan dengan kemampuan ilmu pengetahuan spesifik yang tinggi, sejalan dengan munculnya fenomena menarik seperti diungkap Teichler (1999) berikut ini :

1.      Kemampuan mengatasi ketidakpastian (uncertainty) merupakan kunci untuk bertahan di dunia kerja.

2.      Pengetahuan yang spesifik memiliki kecenderungan cepat menjadi usang (obsolete), di sisi lain keterampilan umum yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah dalam konteks professional dan ketidakpastian pasar kerja harus menjadi dasar sistem belajar mengajar di pendidikan tinggi.

3.      Persyaratan dunia kerja dewasa ini menunjukkan harmoni antara ekonomi neoliberal yang global dan peningkatan tanggung jawab sosial serta solidaritas secara bersamaan.

4.      Bergesernya anggapan bahwa pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang untuk bekerja menjadi mempersiapkan seseorang untuk hidup lebih baik, karena kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja saat ini begitu luas dan kompleks sehingga mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan untuk kehidupan itu sendiri.

5.      Persyaratan kerja yang baru tampak semakin universal.

 

Sejalan dengan itu, Paul dan Murdoch (1992) menjelaskan bahwa dalam menghadapi dunia kerja, seorang lulusan perguruan tinggi harus dilengkapi dengan kualifikasi softskills berikut ini agar dapat bertahan dan unggul dalam kompetisi:

       1.      Pengetahuan umum dan penguasaan bahasa Inggris.

      2.      Keterampilan komunikasi meliputi penguasaan komputer dan internet, presentasi audiovisual, dan alat-alat komunikasi lain.

      3.      Keterampilan personal meliputi kemandirian, kemampuan komunikasi dan kemampuan mendengar, keberanian, semangat dan kemampuan kerjasama dalam tim, inisiatif, dan keterbukaan.

     4.      Fleksibilitas dan motivasi untuk maju yaitu kemampuan beradaptasi sesuai perubahan waktu dan lingkungan serta keinginan untuk maju sebagai pimpinan.

 

Yang menarik ternyata kompetensi terkait soft skill merupakan kompetensi yang dipersepsi sebagai sangat dibutuhkan oleh dunia kerja adalah bahasa Inggris, komputer, keterampilan komunikasi oral, kepemimpinan, ketrampilan komunikasi tertulis, dan kerjasama lintas sektor.

Kellerman dan Sagmeister (2000) menyebutkan bahwa ketidakpuasan terkait dengan kesenjangan antara substansi yang diperoleh dari kuliah dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja dapat disebabkan oleh pertama, kenyataan bahwa sistem pendidikan tinggi memiliki jarak dengan dunia kerja sehingga indikator-indikator keberhasilan studi tidak dapat mengantisipasi kompetensi lulusan yang diperlukan untuk bekerja (under qualification), atau kedua, dunia kerja mungkin tidak diorganisasikan dengan baik sehingga keterampilan lulusan tidak dapat dimanfaatkan secara efisien (under utilization), atau kemungkinan ketiga adalah lulusan memiliki kemampuan yang melebihi syarat kompetensi di dunia kerja (over qualification).

 

2.5 Manfaat Soft Skill

Softskill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Dengan Soft skill kita dapat berkreasi dan terampil. Berikut adalah beberapa manfaat soft skill yang saya ketahui :

1.      Sebagai atribut kualitas jasa

2.      Dapat bersifat mandiri

3.      Softskill dapat membangun karakter

4.      Membangun kepribadian yang berkualitas

5.      Menumbuhkan rasa percaya diri

6.      Dapat bersosialisai dalam team

7.      Menumbuhkan kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian kita

8.      Juga dapat membentuk jiwa yang kritis di dalam diri kita

 

2.6  Cara Melatih Soft Skill

Banyak di antara kita tahu bahwa sostskill seseorang di tentukan dengan tolak ukur seseorang itu dalam mengembangkan soft skillnya. Namun disini saya juga ingin memberi tahu bahwa softskill itu sendiri tidak akan berjalan sempurna apabila tidak di iringi dengan Hard skill, begitu pun sebaliknya. Soft skill itu sendiri akan nampak apabila seseorang telah menemukan jati dirinya. Namun ada juga yang tidak akan mendapatkan soft skill dari dirinya sendiri apabila dia tidak ada keinginan untuk berubah yang besar dalam hidupnya dari pola hidup yang buruk ke pola hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Karena Soft skill itu sendiri akan lahir apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk berubah lebih baik dari sebelumnya.

Soft skill sendiri sangat berkaitan dengan suatu ketrampilan yang harus seimbang. Istilah keterampilan soft skill ialah istilah yang mengacu pada kepribadian seseorang yang di asah dari dalam lalu di lengkapi pula dengan keterampilan Hard skill. Sehingga soft skill itu mempunyai atribut, dengan demikian meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, karakter, kebiasaan, dan sikap. Atribut atribut ini dimiliki oleh setiap orang yang tentunya tidak sama satu dengan yang lainnya, yang biasanya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :

       1.      Kebiasaan

       2.      Berfikir

       3.      Berkata

       4.      Bersikap

       5.      Bertindak

 

 Namun pengaruh-pengaruh ini dapat berubah jika seseorang itu mau merubahnya dengan cara membiasakan diri dengan hal-hal yang baru tentunya. Soft skil juga bisa dikatakan sebagai suatu kemampuan yang memengaruhi kita untuk bagaimana berinteraksi dengan orang lain, soft skill juga memuat beberapa komponen yaitu komunikasi yang efektif, berfikir yang kreatif dan kritis. Bagaimana masing-masing orang saja yang mempunyai pikiran hal-hal yang memuat dari soft skill itu sendiri.

Soft skill juga melatih diri seseorang untuk dapat bagaimana berinteraksi dengan masyarakat yang baik, karena komunikasi yang baik itu sangat diperlukan oleh seseorang. Karena berinteraksi yang baik itu juga dapat mencerminkan diri seseorang. Biasanya kalau orang dapat berinteraksi yang baik tentunya dapat cepat beradaptasi dengan orang lain. Dan juga sebaliknya kalau orang itu kurang baik dalam berinteraksi tentunya sangat agak lambat dalam berinteraksi.

Soft skill juga bukan hanya sekedar dari suatu hal yang tidak mempunyai tujuan, tetapi softskill juga mempunyai tujuan. Tujuan soft skill adalah dapat memberikan kesempatan kepada individu untuk bisa mempelajari perilaku yang baru bagi dirinya dan juga meningkatkan hubungan antar pribadi dan orang lain.

Soft skill juga dapat memberikan intervensi yaitu dengan cara pelatihan atau pembinaan secara intensif. untuk dapat meningkatkan nilai-nilai dan moral dapat dilakukan dengan cara fokus terhadap diri sendiri. 



BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Banyak ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan kesuksesan individu dalam bekerja dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian individu. Dari banyak teori kepribadian, teori kepribadian lima faktor (five factors personality) banyak dipakai untuk meninjau kesuksesan dalam bekerja. Lima faktor kepribadian tersebut merupakan gambaran mengenai karakteristik khas individu yang unik dan relatif stabil. Lima faktor tersebut antara lain :

1.      Ketahanan Pribadi (conscientiousness).

2.      Ekstraversi (extraversion)

3.      Keramahan (agreableness)

4.      Emosi Stabil (emotion stability)

5.      Keterbukan terhadap pengalaman (openess)

 

Soft skill memiliki banyak variasi yang di dalamnya termuat elemen-elemen. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis soft skill yang terkait dengan kesuksesan dalam dunia kerja berdasarkan dari hasil-hasil penelitian.

          1.      Kecerdasan Emosi

          2.      Gaya Hidup Sehat

          3.      Komunikasi Efektif

 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan pengguna lulusan yang menuntut bahwa mahasiswa harus mempunyai :

          1.      Interpersonal skills;

          2.      Team spirit;

          3.      Social grace;

          4.      Business etiquette;

          5.      Negotiation skills;

         6.      Behaviour traits such as attitude, motivation and time to approach either a training organisation or a training consultant.

 

3.2  Saran

Kesuksesan mahasiswa pada umumnya, tidak hanya ditentukan oleh hard skill seperti prestasi belajar, keterampilan teknik, dan potensi akademik umum tetapi juga dipengaruhi oleh soft skill, social skill, dan emotional skill. Perpaduan antara hard skills dan soft skill yang proporsional dalam lingkungan belajar mahasiswa akan membuat seseorang yang  berprestasi tinggi dan disukai banyak orang. sebagai mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan benda mati, melainkan berinteraksi dengan manusia yang dapat merasakan, menilai dan memberi penghargaan. Keterampilan soft kill dapat mendukung kompetensi professional dosen semakin meningkat. 


DAFTAR PUSTAKA

https://diahanandagibran.wordpress.com/2013/06/07/makalah_softskill/

https://widya57physicsedu.files.wordpress.com/2010/12/no-29-widya-wati-08-soft-skill-dan-multiple-inteligence.pdf

"Terima Kasih"

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar