MAKALAH PENJELASAN MENGENAI SOFT SKILL
Disusun Oleh :
Nama :
Widya Miftahul Jana
NPM :
16219593
Kelas :
3EA25
Mata Kuliah :
Etika Bisnis
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2022
KATA
PENGANTAR
Segala puji
dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan
hidayah-Nya sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini
dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini
disusun untuk memenuhi penilaian tugas dalam mata kuliah Etika Bisnis di bidang Soft skill dengan judul “Penjelasan
Mengenai Soft Skill“.
Akhirnya
penulis berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi
peningkatan pembelajaran dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang
lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya sempurna, maka dari itu penulis
sangat memerlukan kritik dan saran dari
berbagai pihak untuk menyempurnakan isi makalah.
Akhir kata penulis ucapkan terima
kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi para pembaca dan khususnya
penulis sendiri.
Bekasi,
Mei 2022
Penulis
Sebagai
mahasiswa yang baik kita dituntut untuk mengembangkan soft skill tidak hanya
untuk nilai tugas atau apapun itu yang berkaitan dengan mata kuliah, tetapi
sangat jauh di dalam pemikiran kita soft skill itu sangat penting untuk
mengasah kemampuan kita. Pendidikan soft skill tentu menjadi
kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah kurikulum juga
bukan hal yang mudah. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan
soft skill pada proses pembelajarannya. Sayangnya, tidak semua pendidik mampu
memahami dan menerapkannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya
penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik
saja, tetapi juga bagi pendidik.
Mengingat
pentingnya soft skills dalam membekali siswa menggapai prestasi hidup maka
sudah selayaknya soft skills dalam pembelajaran dikedepankan. Didalam
dunia kerja juga soft skill sangat
dibutuhkan, jadi saya akan menjelaskan tentang soft skill yang sedang
merajalela di kalangan mahasiswa.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah dalam makalah ini adalah, sebagai berikut :
1. Penjelasan Soft skill ?
2. Pengaruh Soft skill ?
3. Pentingnya Soft skill ?
4. Pergeseran Kualitas Soft skill
?
5. Manfaat Soft skill ?
6. Cara Melatih Soft skill ?
1.3
Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan dalam makalah ini adalah, sebagai berikut :
1. Mengetahui Tentang Penjelasan Soft
skill
2. Memahami Pengaruh Soft skill
3. Memikirkan Pentingnya Soft
skill
4. Menangani Pergeseran Kualitas Soft
skill
5. Mengetahui Manfaat Soft skill
6. Bagaimana Cara Melatih Soft skill
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penjelasan Soft Skill
Soft skill
adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi
dengan orang lain. Soft skill memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan
kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas
kepribadian individu. Tujuan dari pelatihan soft skill adalah memberikan
kesempatan kepada individu untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan
hubungan antar pribadi dengan orang lain. Soft skill memiliki banyak manfaat,
misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari sisi organisasional,
soft skill memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara total,
efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skill adalah
kesempatan. Lulusan memerlukan soft skill untuk membuka dan memanfaatkan
kesempatan.
Sukses di
dalam sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung kepada rasio dan logika individu
tetapi juga kapasitas kemanusiannya. Kemampuan yang dimiliki manusia dapat
diibaratkan sebagai Gunung Es (Ice Berg).
Yang nampak di luar permukaan air ialah kemampuan Hard Skill/ Technical Skill, sedangkan kemampuan
yang berada di bawah permukaan air dan memiliki porsi yang paling besar ialah
kemampuan Soft Skill.
Soft skill
merupakan kemampuan yang tidak tampak dan seringkali berhubungan dengan emosi
manusia. Dilihat dari konstraknya, semakin bergerak ke kanan menunjukkan
atribut tersebut semakin empirik dan sebaliknya semakin bergerak ke kiri
atribut tersebut semakin abstrak. Dilihat dari proses peningkatannya, semakin
ke kanan semakin berorientasi pada kegiatan yang langsung dan semakin ke kiri
semakin berorientasi pada kegiatan yang tidak langsung. Intervensi yang dapat
diberikan dalam meningkatkan soft skills adalah dengan pelatihan atau dengan
pembinaan yang intensif. Di sisi lain nilai-nilai dan moral dapat ditingkatkan
dengan kegiatan berfokus pada peningkatan kesadaran diri.
2.2
Pengaruh Soft Skill
Keterampilan
sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Dengan keterampilan yang ada
seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun
lingkungan sekitarnya. Soft skill merupakan
keterampilan diluar keterampilan teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan
keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra personal mencakup
kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta
kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri,
manajemen sumber daya, pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal
mencakup kesadaran sosial (kesadaran politik, memanfaatkan keragaman,
berorientasi pelayanan) dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh,
komunikasi, kooperatif, kerja sama tim, dan sinergi).
Sebagai
contoh, di dunia kerja dalam proses perekrutan karyawan baru, Soft skill
dievaluasi berdasarkan psikotest dan wawancara mendalam. Hasil dari psikotest
tersebut akan digunakan perusahaan untuk menempatkan karyawan di posisi yang
tepat. keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft
skill yang lebih baik. Perlu untuk diketahui bahwa soft skill bukanlah sesuatu
yang stagnan. Keterampilan ini dapat diasah dan ditingkatkan seiring dengan
bertambahnya pengalaman seseorang. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan soft skill, yang paling terkenal adalah learning by doing.
Mengikuti berbagai pelatihan dan seminar juga dapat meningkatkan soft skill.
Namun, diluar itu semua, ada satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan
soft skill yaitu dengan lebih sering berinteraksi dan beraktifitas dengan orang
lain. Mengingat pentingnya soft skill dalam kehidupan kita, maka marilah kita
tingkatkan soft skill demi kehidupan yang lebih baik.
2.3
Pentingnya Soft Skill
Pada jaman
ini banyak persaingan di dunia kerja, bahkan persaingan tersebut tidak meliputi
kemampuan hard skill tetapi soft skill sangat berperan penting disini. Biasanya
perusahaan membutuhkan karyawan yang cekatan dalam bekerja, selalu mempunyai
inisiatif, bisa bekerja secara tim dan bisa mengembangkan diri di sebuah
organisasi. karena soft skill mempunyai arti penting dimana manusia memiliki kemampuan
untuk beradaptasi, berkomunikasi, dapat mengambil keputusan, dan memecahkan
masalah.
Modal sukses
di lapangan pekerjaan sofskill memegang 80% nya. Perlu di ketahui bahwa selain
hard skill kita juga membutuhkan soft skill dimana soft skill akan berpengharuh
terhadap kualitas mahasiswa. Dalam meraih kesuksesan sudah banyak orang yang
bisa meraih apa yang dicita-citakannya hanya dengan mengandalkan keterampilan
soft skill.
Pumphrey dan
Slatter (2002) menengarai bahwa soft skill memiliki karakteristik sebagai
berikut :
·
Bersifat generik, dalam arti digunakan dalam berbagai penyelesaian tugas
yang berbeda.
·
Dapat ditransfer dan diterapkan dalam berbagai aktivitas pelaksanaan
tugas, disebut juga sebagai keterampilan hidup (life skills).
·
Merupakan keterampilan atau atribut yang terdapat dalam aktivitas seperti
pemecahan masalah, komunikasi, pemanfaatan teknologi, dan bekerja dalam
kelompok.
·
Dapat dipromosikan sebagai keterampilan yang memberi dalam ‘pembelajaran
seumur hidup’ (‘life long learning’).
·
Dapat dimiliki dan digunakan oleh pengusaha dan organisasi pemerintah.
· Dapat ditransfer dalam berbagai konteks yang berbeda oleh orang-orang yang memiliki latar belakang disiplin ilmu, profesi dan jabatan yang berbeda-beda.
2.4
Pergeseran Kualitas Soft Skill
Saat ini
kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja lebih menekankan pada kualitas soft
skill yang baik dibandingkan dengan kemampuan ilmu pengetahuan spesifik yang
tinggi, sejalan dengan munculnya fenomena menarik seperti diungkap Teichler
(1999) berikut ini :
1. Kemampuan mengatasi
ketidakpastian (uncertainty) merupakan kunci untuk bertahan di dunia kerja.
2. Pengetahuan yang spesifik
memiliki kecenderungan cepat menjadi usang (obsolete), di sisi lain
keterampilan umum yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah dalam konteks professional
dan ketidakpastian pasar kerja harus menjadi dasar sistem belajar mengajar di
pendidikan tinggi.
3. Persyaratan dunia kerja dewasa
ini menunjukkan harmoni antara ekonomi neoliberal yang global dan peningkatan
tanggung jawab sosial serta solidaritas secara bersamaan.
4. Bergesernya anggapan bahwa
pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang untuk bekerja menjadi mempersiapkan
seseorang untuk hidup lebih baik, karena kompetensi yang dibutuhkan untuk
bekerja saat ini begitu luas dan kompleks sehingga mempunyai hubungan langsung
dengan kebutuhan untuk kehidupan itu sendiri.
5. Persyaratan kerja yang baru
tampak semakin universal.
Sejalan
dengan itu, Paul dan Murdoch (1992) menjelaskan bahwa dalam menghadapi dunia
kerja, seorang lulusan perguruan tinggi harus dilengkapi dengan kualifikasi
softskills berikut ini agar dapat bertahan dan unggul dalam kompetisi:
1. Pengetahuan umum dan
penguasaan bahasa Inggris.
2. Keterampilan komunikasi
meliputi penguasaan komputer dan internet, presentasi audiovisual, dan
alat-alat komunikasi lain.
3. Keterampilan personal meliputi
kemandirian, kemampuan komunikasi dan kemampuan mendengar, keberanian, semangat
dan kemampuan kerjasama dalam tim, inisiatif, dan keterbukaan.
4. Fleksibilitas dan motivasi
untuk maju yaitu kemampuan beradaptasi sesuai perubahan waktu dan lingkungan
serta keinginan untuk maju sebagai pimpinan.
Yang menarik
ternyata kompetensi terkait soft skill merupakan kompetensi yang dipersepsi
sebagai sangat dibutuhkan oleh dunia kerja adalah bahasa Inggris, komputer,
keterampilan komunikasi oral, kepemimpinan, ketrampilan komunikasi tertulis,
dan kerjasama lintas sektor.
Kellerman
dan Sagmeister (2000) menyebutkan bahwa ketidakpuasan terkait dengan
kesenjangan antara substansi yang diperoleh dari kuliah dengan kompetensi yang
dibutuhkan di dunia kerja dapat disebabkan oleh pertama, kenyataan bahwa sistem
pendidikan tinggi memiliki jarak dengan dunia kerja sehingga
indikator-indikator keberhasilan studi tidak dapat mengantisipasi kompetensi
lulusan yang diperlukan untuk bekerja (under
qualification), atau kedua, dunia kerja mungkin tidak diorganisasikan
dengan baik sehingga keterampilan lulusan tidak dapat dimanfaatkan secara
efisien (under utilization), atau
kemungkinan ketiga adalah lulusan memiliki kemampuan yang melebihi syarat
kompetensi di dunia kerja (over
qualification).
2.5 Manfaat Soft Skill
Softskill
adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient),
kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan
pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain.
Dengan Soft skill kita dapat berkreasi dan terampil. Berikut adalah beberapa
manfaat soft skill yang saya ketahui :
1. Sebagai atribut kualitas jasa
2. Dapat bersifat mandiri
3. Softskill dapat membangun
karakter
4. Membangun kepribadian yang
berkualitas
5. Menumbuhkan rasa percaya diri
6. Dapat bersosialisai dalam team
7. Menumbuhkan kepekaan wawasan
pemikiran dan kepribadian kita
8. Juga dapat membentuk jiwa yang
kritis di dalam diri kita
2.6
Cara Melatih Soft Skill
Banyak di
antara kita tahu bahwa sostskill seseorang di tentukan dengan tolak ukur
seseorang itu dalam mengembangkan soft skillnya. Namun disini saya juga ingin
memberi tahu bahwa softskill itu sendiri tidak akan berjalan sempurna apabila
tidak di iringi dengan Hard skill, begitu pun sebaliknya. Soft skill itu
sendiri akan nampak apabila seseorang telah menemukan jati dirinya. Namun ada
juga yang tidak akan mendapatkan soft skill dari dirinya sendiri apabila dia
tidak ada keinginan untuk berubah yang besar dalam hidupnya dari pola hidup
yang buruk ke pola hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Karena Soft skill itu
sendiri akan lahir apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk berubah
lebih baik dari sebelumnya.
Soft skill
sendiri sangat berkaitan dengan suatu ketrampilan yang harus seimbang. Istilah
keterampilan soft skill ialah istilah yang mengacu pada kepribadian seseorang
yang di asah dari dalam lalu di lengkapi pula dengan keterampilan Hard skill.
Sehingga soft skill itu mempunyai atribut, dengan demikian meliputi nilai yang
dianut, motivasi, perilaku, karakter, kebiasaan, dan sikap. Atribut atribut ini
dimiliki oleh setiap orang yang tentunya tidak sama satu dengan yang lainnya,
yang biasanya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Kebiasaan
2. Berfikir
3. Berkata
4. Bersikap
5. Bertindak
Namun
pengaruh-pengaruh ini dapat berubah jika seseorang itu mau merubahnya dengan
cara membiasakan diri dengan hal-hal yang baru tentunya. Soft skil juga bisa
dikatakan sebagai suatu kemampuan yang memengaruhi kita untuk bagaimana
berinteraksi dengan orang lain, soft skill juga memuat beberapa komponen yaitu
komunikasi yang efektif, berfikir yang kreatif dan kritis. Bagaimana
masing-masing orang saja yang mempunyai pikiran hal-hal yang memuat dari soft skill
itu sendiri.
Soft skill
juga melatih diri seseorang untuk dapat bagaimana berinteraksi dengan masyarakat
yang baik, karena komunikasi yang baik itu sangat diperlukan oleh seseorang. Karena
berinteraksi yang baik itu juga dapat mencerminkan diri seseorang. Biasanya
kalau orang dapat berinteraksi yang baik tentunya dapat cepat beradaptasi
dengan orang lain. Dan juga sebaliknya kalau orang itu kurang baik dalam
berinteraksi tentunya sangat agak lambat dalam berinteraksi.
Soft skill juga bukan hanya sekedar dari suatu hal yang tidak mempunyai tujuan, tetapi softskill juga mempunyai tujuan. Tujuan soft skill adalah dapat memberikan kesempatan kepada individu untuk bisa mempelajari perilaku yang baru bagi dirinya dan juga meningkatkan hubungan antar pribadi dan orang lain.
Soft skill juga dapat memberikan intervensi yaitu dengan cara pelatihan atau pembinaan secara intensif. untuk dapat meningkatkan nilai-nilai dan moral dapat dilakukan dengan cara fokus terhadap diri sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Banyak
ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan kesuksesan individu dalam bekerja dipengaruhi
oleh karakteristik kepribadian individu. Dari banyak teori kepribadian, teori
kepribadian lima faktor (five factors
personality) banyak dipakai untuk meninjau kesuksesan dalam bekerja. Lima
faktor kepribadian tersebut merupakan gambaran mengenai karakteristik khas
individu yang unik dan relatif stabil. Lima faktor tersebut antara lain :
1. Ketahanan Pribadi (conscientiousness).
2. Ekstraversi (extraversion)
3. Keramahan (agreableness)
4. Emosi Stabil (emotion stability)
5. Keterbukan terhadap pengalaman
(openess)
Soft skill
memiliki banyak variasi yang di dalamnya termuat elemen-elemen. Berikut ini
akan dijelaskan beberapa jenis soft skill yang terkait dengan kesuksesan dalam
dunia kerja berdasarkan dari hasil-hasil penelitian.
1. Kecerdasan Emosi
2. Gaya Hidup Sehat
3. Komunikasi Efektif
Hal ini
dilakukan untuk memenuhi tuntutan pengguna lulusan yang menuntut bahwa
mahasiswa harus mempunyai :
1. Interpersonal skills;
2. Team spirit;
3. Social grace;
4. Business etiquette;
5. Negotiation skills;
6. Behaviour traits such as attitude, motivation and time to approach either
a training organisation or a training consultant.
3.2
Saran
Kesuksesan
mahasiswa pada umumnya, tidak hanya ditentukan oleh hard skill seperti prestasi
belajar, keterampilan teknik, dan potensi akademik umum tetapi juga dipengaruhi
oleh soft skill, social skill, dan emotional skill. Perpaduan antara hard
skills dan soft skill yang proporsional dalam lingkungan belajar mahasiswa akan
membuat seseorang yang berprestasi tinggi dan disukai banyak orang.
sebagai mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan benda mati, melainkan
berinteraksi dengan manusia yang dapat merasakan, menilai dan memberi
penghargaan. Keterampilan soft kill dapat mendukung kompetensi professional
dosen semakin meningkat.
DAFTAR
PUSTAKA
https://diahanandagibran.wordpress.com/2013/06/07/makalah_softskill/
"Terima Kasih"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar