Tampilkan postingan dengan label Penjelasan Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penjelasan Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2019

Makalah Tugas Kuliah (Softkill)



ILMU BUDAYA DASAR

Di susun oleh :


Nama                             : Widya Miftahul Jana
Kelas                             : 1EA19
NPM                              : 16219593
Tugas                             : 1 ( Pertama )
Mata Kuliah                   : Sosia Budaya








UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMENT
PTA 2019 / 2020




A.    PENGERTIAN BUDAYA DASAR

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep - konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai -nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok - pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :
  • Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam,
  • Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran,
  • Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi,
  • Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional.
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
  1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan - ikatan ( PRIMODIAL ) kesukuan dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

B.     TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli dalam suatu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya. Akan tetapi, Ilmu Budaya Dasar semata - mata sebagai salah satu usaha pengembangan kepribadian mahasiswa, dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai -nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sertanya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut, Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat:
1.      Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
2.      Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan - persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.      Mengusahakan agar mahasiswa sebaga calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bisang disiplin masing-masing.
4.      Mengusahakan wahana kokmunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan demikian, para akdemis diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
     
C.    RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Ada 2 masalah pokok yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah imu budaya dasar, yaitu : 
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapkan masalah kemanusiaan dan    berbudaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya. 
2. Hakekat manusia yang satu tau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya  dalam kehidupan masing-masing jaman dan tempat.
Memilik kedua masalah pokok yang dikaji didalam mata kuliah ilmu budaya dasar tersebut diatas dilihat dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Pokok pembahasan didalam ruang lingkup ilmu budaya tersebut, yaitu sebagai berikut :
  • Manusia dan cinta kasih, 
  •  Manusia dan keindahan,
  • Manusia dan penderitaan,
  • Manusia dan keadilan
  • Manusia dan pandangan hidup,
  • Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian,
  • Manusia dan kegelisahan, 
  •  Manusia dan harapan.

Kedelapan pokok bahasan itu termaksuk dalam karya yang tercangkup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya terdapat dalam karya satra, tarian, musical, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya.
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya – karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah – masalah kemanusiaan dan budaya.

D.     PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”, yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.
Pada sisi yang agak berbeda, Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.
Secara lebih jelas dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia, yang meliputi :
a.)    Kebudayaan materiil ( Bersifat Jasmaniah ), yang meliputi benda - benda ciptaan manusia,    misalnya kendaraan, alat rumah tangga, dan lain - lain.
b.)    Kebudayaan non-materil ( Bersifat Rohaniah ), yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
2.      Kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif ( BIOLOGIS ), melainkan hanya mungkin     diperoleh dengan cara belajar.
3. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat kemungkinannya sangat kecil untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya, tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia secara ( Individual maupun Kelompok ) dapat mempertahankan kehidupannya. Jadi, kebudayaan adalah hampir semua tindakan manusia dalam kehidupan sehari - hari.