ILMU
BUDAYA DASAR
Di
susun oleh :
Nama :
Widya Miftahul Jana
Kelas :
1EA19
NPM :
16219593
Tugas :
1 ( Pertama )
Mata Kuliah :
Sosia Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMENT
PTA
2019 / 2020
A. PENGERTIAN BUDAYA
DASAR
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep - konsep yang
diekembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD
dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic
humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun
istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya
manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai -nilai
manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi
humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak
meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya
lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Secara umum pengertian kebudayaan adalah
merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi
kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok - pokok
yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :
- Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam,
- Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran,
- Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi,
- Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional.
Latar belakang
ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia
berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
- Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan - ikatan ( PRIMODIAL ) kesukuan dan kedaerahan.
- Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
- Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
B. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak
dimaksudkan untuk mendidik ahli dalam suatu bidang keahlian yang termasuk
didalam pengetahuan budaya. Akan tetapi, Ilmu Budaya Dasar semata - mata sebagai
salah satu usaha pengembangan kepribadian mahasiswa, dengan cara memperluas
wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai -nilai
budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sertanya, maupun yang
menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut, Ilmu
Budaya Dasar diharapkan dapat:
1.
Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
2.
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka
terhadap persoalan - persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.
Mengusahakan agar mahasiswa sebaga calon pemimpin bangsa dan Negara serta
ahli dalam bisang disiplin masing-masing.
4.
Mengusahakan wahana kokmunikasi para akademis agar mereka lebih mampu
berdialog satu sama lain. Dengan demikian, para akdemis diharapkan akan lebih
lancer dalam berkomunikasi.
C. RUANG LINGKUP ILMU
BUDAYA DASAR
Ada 2 masalah pokok yang menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan ruang
lingkup kajian mata
kuliah imu budaya dasar, yaitu :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapkan masalah kemanusiaan dan berbudaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu tau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kehidupan masing-masing jaman dan tempat.
Memilik kedua masalah pokok yang dikaji didalam mata kuliah ilmu budaya dasar tersebut diatas dilihat dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapkan masalah kemanusiaan dan berbudaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu tau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kehidupan masing-masing jaman dan tempat.
Memilik kedua masalah pokok yang dikaji didalam mata kuliah ilmu budaya dasar tersebut diatas dilihat dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Pokok pembahasan didalam ruang lingkup ilmu budaya
tersebut, yaitu sebagai berikut :
- Manusia dan cinta kasih,
- Manusia dan keindahan,
- Manusia dan penderitaan,
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup,
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian,
- Manusia dan kegelisahan,
- Manusia dan harapan.
Kedelapan pokok
bahasan itu termaksuk dalam karya yang tercangkup dalam pengetahuan budaya.
Perwujudan mengenai cinta, misalnya terdapat dalam karya satra, tarian,
musical, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya.
Ilmu budaya dasar
bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam
pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya – karya yang terdapat
dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah – masalah kemanusiaan dan
budaya.
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta “budhayah”,
yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Sedangkan ahli
antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan
ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture”, bahwa
kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu
pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota
masyarakat.
Pada sisi yang agak berbeda, Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan
sebagai keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang teratur oleh
tata kelakuan yang harus didapatkanya dengan belajar dan yang semuanya tersusun
dalam kehidupan masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan
hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang
semuanya tersusun dalam kehidupanan masyarakat.
Secara lebih
jelas dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia,
yang meliputi :
a.)
Kebudayaan materiil ( Bersifat Jasmaniah ), yang meliputi
benda - benda ciptaan
manusia, misalnya kendaraan, alat rumah tangga, dan lain - lain.
b.)
Kebudayaan non-materil ( Bersifat Rohaniah ), yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan
diraba, misalnya agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.
2.
Kebudayaan itu tidak diwariskan secara generatif ( BIOLOGIS ), melainkan
hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar.
3. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat kemungkinannya sangat kecil untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya, tanpa
kebudayaan tidak mungkin manusia secara ( Individual maupun Kelompok ) dapat mempertahankan kehidupannya. Jadi,
kebudayaan adalah hampir semua tindakan manusia dalam kehidupan sehari - hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar