MAKALAH
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Di
susun oleh :
Nama :
Widya Miftahul Jana
Kelas : 1EA19
NPM : 16219593
Mata Kuliah : Sosial Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
PTA
2019 / 2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya
sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “
Manusia dan Keindahan “ ini dengan sebaik - baiknya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya di bidang Softskill dengan
judul “Manusia dan Keindahan “.
Akhirnya penulis berharap makalah
ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran
dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya
sempurna, maka dari itu penulis sangat
memerlukan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan isi
makalah.
Akhir
kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi
para pembaca dan khususnya penulis sendiri.
Bekasi, Desember 2019
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Keindahan,
kesejukan, kehalusan dan keserasian setiap hari di rasakan oleh manusia
keindahan itu bisa didapatkan secara langsung ataupun melalui media.Untuk bisa
melihat dan menikmati keindahan orang sering membuang waktu, uang dan tenaga
yang tidak sedikit jumlahnya. Orang pergi ketempat yang indah karena orang senang
dengan keindahan. Ada suatu kecenderungan, semakin tinggi tingkat pengetahuan
seseorang, semakin tinggi pula hasrat dan keinginan untuk menghargai suatu
keindahan.
Keindahan/seni
dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah
sentosa. Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga
diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk
kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi
bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas
dari unsur politik.
Keindahan
hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat
suatu keindahan yang berbeda-benda. Para seniman romantik umumnya berpendapat
bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni
tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.
Karena itu tidak mungkindisusun teori umum tentang keindahan.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini
yaitu sebagai berikut :
1. Apa
pengertian Manusia ?
2. Apa
pengertian Keindahan ?
3. Apa
sebab manusia mencintai keindahan ?
4. Apa hubungan manusia dengan keindahan ?
5. Apa keserasian dan kehalusan dari
keindahan ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari
makalah ini, menurut penulis. Untuk mengetahui pembahasan paradapan mengenai
keindahan dan keserasian dalam kehidupan manusia pada penerapan sehari - hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran
untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan,
dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk
(negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara
umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan
hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka
sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Dalam segala
bentuk yang berkaitan dari segala aspek dalam kehidupannya dengan orang lain,
sebagai salah satu contoh genetik yang diterapkan dalam pola hidup manusia
tersebut.
2.2 PENGERTIAN KEINDAHAN
2.2 PENGERTIAN KEINDAHAN
Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan
dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi,
sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika
berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru
berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam,
tubuh yang molek, film, nyanyian.
Keindahan berasal dari
kata indah yang berarti bagus, cantik, elok dan molek. Keindahan identik dengan
kebenaran segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun
kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya
tidak indah. Keindahan yang bersifat universal, yaitu keindahan yang tak
terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu. Ia bersipat
menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil
seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain
sebagainya. Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum”
Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa
Inggris diterjemahkan dengan kata “beatiful”, Prancis “beao”
sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”.
Ada beberapa
arti dalam keindahan dalam arti luas dan dalam arti terbatas, yaitu sebagai
berikut :
a)
Keindahan Dalam Arti Luas
Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan
tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang
menyangkut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang
melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan; Plotinus
yang ber bicar a tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah atau bisa
pula disimak dari apa yang biasa dibicar akan oleh or ang- orang Yunani
mengenai buah pikir an yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa
Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetik disebutnya
“Syimmetria” , untuk keindahan berdasarkan pengelihatan. (misalnya pada seni
pahat dan arsitektur) dan “Harmonia” untuk keindahan bedasarkan pendengaran
(musik).
Jadi
pengertian yang seluas-luasnya meliputi :
Ø Keindahan
Seni
Ø Keindahan
Alam
Ø Keindahan
Moral
Ø Keindahan
Intelektual
Ø Keindahan Dalam Arti Estetika
Murni
Hal ini murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya
dengan segala sesuatu yang diserapnya.
b.)
Keindahan
Dalam Arti Terbatas
Keindahan dalam arti terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan
sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan Indera
Penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Filsuf seni
merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara
penerapan-penerapan inderawi kita (Beauty is unity of formal realitions of our
sense percepctions). Thomas Aquinos(1225-1274) mengatakan bahwa keindahan
adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
Kata
estetika berasal dari kata Aesthesis yang artinya perasaan atau sensitivitas,
karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan
perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau
ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini
berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu obyek dan obyek itu dapat memberikan
rasa senang, puas dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat
dikatakan obyek yang dipandang itu mengandung keindahan. Dalam perkembangannya,
pengertian ini, kemudian berubah meluas, tidak lagi berkaitan dengan lidah dan
perasaan, tetapi berhubungan dengan pikiran, etika dan logika.
Teori The
Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu
jenis nilai seperti halnya nilai Moral, nilai Ekonomi, nilai Pendidikan, dan
sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
pengertian keindahan disebut Nilai Estetik.
Dibawah ini adalah alasan dan tujuan
manusia menciptakan keindahan :
Ø Tata nilai
yang telah usang
Tata nilai
yang sudah tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan pada zaman sekarang,
sehingga dirasakan sebagai hambatan yang dapat merugikan nilai- nilai
kemanusiaan dan dipandang sebagai hak- hal dapat mengurangi nilai moral
bermasyarakat, sehingga bisa dikatakan tiodak indah.
Ø Kemerosotan
zaman
Keadaan yang
merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat
terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa
menghiraukan ketentuan - ketentuan agama dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat. Yang demikian itu tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
Ø Penderitaan
Manusia
Penderitaan
merupakan hal yang pernah dialami semua orang, dan hal ini merupakan resiko
hidup manusia, yang diberikan oleh Tuhan agar manusia sadar untuk tidak menjauh
dariNya. Walaupun penderitaan adalah resiko hidup manusia, tapi hampir semua
orang menyukai adanya penderitaan, dan menganggap penderitaan merupakan hal
yang tidak baik, yang tidak baik iu tidak indah.
Ø Keagungan
Tuhan
Keindahan merupakan anugerah yang
diberikan oleh manusia dan maka dari itu kita sebagai manusia wajib
mensyukurinya, dan sebagian dari kita mengungkapkan rasa syukur tersebut dalam
bentuk karya seni, seperti melukis pemandangan, yang merupakan hasil karya seni
yang Agung yang diciptakanoleh Allah untuk kita sebagai hambanya.
2.3 APA SEBAB
MANUSIA MENCINTAI KEINDAHAN
Keindahan pada dasarnya adalah (alamiah).
Alam itu ciptaan tuhan. Ini berarti bahwa keindahan juga ciptaan tuhan. Menurut
al-qur`an alam ini sepenuhnya milik alah, karena allahlah yang menciptakan.
Alamiah itu artinya wajar, tidak
berlebihan, tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keindahan
yang sebenarnya, judtru tidak indah. Karena akan ada ucapan “ lebih cantik dari
warna aslinya”.
Bila ada sebuah drama, pemakaannya itu
berlebih-lebihan
Benda
yang mengandung keindahan adalah segala
hasil seni dalam alam semesta ciptaan tuhan. Sangat luas kawasan
keindahan bagi manusia.
Keindahan
identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama. Abadi dan
mepunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan bersifat universal.sejak
abad ke 18 penhgertian keindahan ini telah dimulai oleh para filosofi.
Keindahan dapat dibedakan sebagai suatu kuaitas abstrak dan sebagai sebuah
banda tertentu yang indah.
Keindahan dalam arti abstrak
murni mencakup pengalaman abstrak seseorang dalam hubungan dengan segala
sesuatu yang diserapnya.
Ciri - ciri keindahan, menyangkut
kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan, keselarasan,
kesetangkupan, keseimbangan, pertentangan. Dari ciri - ciri itu diambil
kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari keselarasan dan pertentangan dari
garis warna, bentuk dan kata - kata.
2.4 HAKIKAT KEINDAHAN
Keindahan
adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal
kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony)
kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
1.
Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan, yaitu
sebagai berikut :
Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk
sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di
dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan
yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan menurut
Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga
kelompok besar, yaitu :
- Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni
karena manusianya menciptakan
penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
- Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena
keindahanmerupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
- Kelompok
yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif
danyang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi
pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
2.5 HUBUNGAN MANUSIA DAN KEINDAHAN
Manusia dan keindahan
memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari
keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni
suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu
kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur
politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman
manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan
budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian
hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun
kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Adapun yang menjadi kesimpulan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1.
manusia secara umum adalah manusia
sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri
saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain.
2.
Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah
sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya, keadaan yang
enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
3.2 SARAN
Saran dari penyusun
adalah sebaiknya makalah ini dipelajari dan dipahami maksud isi dan bahasanya
sehingga kita semua lebih mengerti tentang manusia dan keindahan serta mampu
menerapkanya didalam kehidupan kita sehari - hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar