MAKALAH
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Di
susun oleh :
Nama :
Widya Miftahul Jana
Kelas : 1EA19
NPM : 16219593
Mata Kuliah : Sosial Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
PTA
2019 / 2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya
sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “
Manusia dan Cinta Kasih “ ini dengan sebaik - baiknya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya di bidang Softskill dengan
judul “Manusia dan Cinta Kasih “.
Akhirnya penulis berharap makalah
ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran
dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya
sempurna, maka dari itu penulis sangat
memerlukan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan isi
makalah.
Akhir
kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi
para pembaca dan khususnya penulis sendiri.
Bekasi, Desember 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Cinta merupakan pengalaman yang
sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang
pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan
mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang
salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan
cerita romantika.
Dari jaman dulu sampai
sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi
secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk
diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia
yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil
Gibran, seorang punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah
kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan
dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak
penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian, hampir setiap
orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal
berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu, cinta bisa diibaratkan
sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan
pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih sering sekali
kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu sendiri. Oleh
karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah Manusia dan Cinta
Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari ketidak jelasan Cinta
Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi, cerita yang tidak pernah
ada akhirnya.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Apa
pengertian dari manusia ?
2. Apa
sajakah menurut para ahli tentang cinta dan kasih ?
3. Apa
yang dimaksud cinta kasih dan kasih sayang ?
4. Apa
sajakah macam – macam cinta itu ?
5. Hubungan
antara manusia dan cinta kasih ?
1.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari
makalah ini, menurut penulis. Untuk mengetahui pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, dalam kehidupan manusia diyakini memiliki cinta dan kasih satu diantara lainnya dalam pemenuhannya sering diterapkan dalam kehidupan sehari - hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN
MANUSIA
Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya
dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani.
Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik sedangkan secara rohani
manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya.
Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi
pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi dan ada
keterkaitan antara manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada
di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus
berjalan selaras dan seimbang. Selain itu manusia juga diciptakan
dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang dimiliki.
2.2 MENURUT PANDANGAN PARA AHLI
Ada beberapa pengertian menurut para
ahli, mengenai cinta dan kasih. Yaitu sebagai berikut :
- Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
- Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
- Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
2.3 PENGERTIAN CINTA
KASIH DAN KASIH SAYANG
1. Arti Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia karya
W.J.S Poerwadarminta, Cinta adalah rasa sangat suka
atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau tertarik hatinya. Sedangkan
kata Kasih artinya perasaan
sayang atau cinta kepada seseorang atau menaruh belas kasihan.
Dengan demikian, arti cinta dan
kasih itu hampir sama sehingga dapat dikatakan kata kasih lebih memperkuat kata
cinta. Karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan perasaan belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung
arti yang hampir bersamaan, keduannya memiliki perbedaan, yaitu cinta lebih
mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan
pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, sifatnya mengarah kepada orang atau
dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih
dapat diwujudkan dengan kata sayang, kata ini mengandung pengertian lebih nyata
dalam wujud cinta seseorang.
Menurut tipologi Heymans, seseorang
yang banyak memiliki cinta kasih termasuk dalam tipe kholerikus. Orang yang
tergolong dalam tipe ini tidak mau diam dan selalu memiliki keinginan untuk
berbuat sesuatu, dan kegiatannya selalu terarah kepada rasa sosiabilitas yang
tinggi. Mereka memiliki rasa belas kasihan, suka menolong sebagai pertanda rasa
kasihnya kepada orang lain. Selain tipe kholerikus , manusia tipe gepassioneerd
juga memiliki sifat yang penuh cinta kasih walaupun ia tergolong keras
dan berdisiplin tinggi. Mereka orang orang baik hati yang mau berbuat sesuatu
untuk orang lain atas dasar cinta kasih.
Banyak hal -
hal yang terjadi pada setiap harinya pada diri manusia, dan pasti pada hari - hari
tersebut banyak mengalami suatu kejadian yang tak terlupakan untuk dalam jangka
waktu yang lama, maka dari sebab itu pasti mengalami yang namanya suatu rasa
suka terhadap orang yang disekitar kita dan ada beberapa ungkapan rasa cinta
yang diungkapkan kepada manusia, diantaranya yaitu :
- Perasaan terhadap keluarga.
- Perasaan terhadap teman-teman.
- Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara.
- Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu.
- Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape (cinta tanpa batas).
- Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme.
- Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu.
- Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme.
- Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme.
Cinta memegang peran yang penting
dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan
perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat
dimasyarakat, dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah
pengikat yang kokoh antar manusia dengan tuhannya sehingga manusia menyembah
tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahnya, dan berpegang teguh pada
syariatnya.
- Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah dan rendah.
- Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada tuhan.
- Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orangtua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
- Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu
terutama memberi bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan
yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal -
hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur - unsur
dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.
Unsur yang pertama Pada pengasuhan
contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya, bagaimana
seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.
Unsur yang kedua dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu
tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus ibu dan anak bayinya
menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian
diri sebagaimana adanya manusia itu menempatkan posisi dirinya yang
manusiawi terhadap orang lain tidak individualis. Unsur yang keempat adalah pengenalan
yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat
unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan,
suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
2. Arti Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa indonesia
karangan W.J.S Poerwadarminta,
kasih sayang diartikan dengan kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka
kepada seseorang.
Dalam bentuk rumah tangga, kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari
cinta. Percintaan muda-mudi yang diakhiri dengan perkawinan menjadikan rumah
tangga mereka bukan lagi berdasarkan cinta semata, tetapi bersifat kasih
mengasihi atau saling menumpuhkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang masing - masing
pihak dituntut untuk memiliki tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling
percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang,
misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih
sayang yang tidak disertai kejujuran akan mengancam kebahagiaan rumah tangga.
2.4 MACAM – MACAM CINTA
1.
Cinta Kepada Allah
Diantara objek - objek pemujaan, ada
yang ditujukan kepada Yang Mahakuasa, yang bersifat pemujaan tertinggi.
Pemujaan tersebut dilakukan oleh manusia religius atau manusia agama, yaitu
orang - orang yang menitikberatkan kehidupannya pada Yang Maha kuasa.
Pemujaan terhadap Yang Maha kuasa
disebabkan adanya kesadaran manusia atas kekuasaan dan kemampuan yang lebih
tinggi dari kekuasaan dan kemampuannya, Yaitu kekuasaan dan kemampuan yang
dapat menentukan hidup matinya seluruh makhluk dimuka bumi ini. Begitu tinggi
pemujaan itu diberikan sehingga manusia berkeyakinan bahwa selama hidup didunia
ini, mereka harus berbuat baik sesuai dengan perintah yang Mahakuasa dan menghindarkan
diri dari larangannya. Mereka yakin ada kehidupan surga dan neraka setelah mati
nanti, yang berbuat baik tempatnya di surga, sebaliknya yang melanggar
perintahnya akan ditempatkan di neraka.
2.
Cinta Diri Sendiri
Ada juga kasih sayang yang bersumber
pada cinta diri sendiri (self love). Telah dikemukakan, bahwa disamping
mencintai sesama manusia, seseorang perlu memiliki cinta kepada diri sendiri.
Banyak orang menafsirkan bahwa cinta kepada diri sendiri didentikan dengan
egoistis. Apabila maksudnya demikian, maka cinta diri sendiri bernilai negatif.
Tetapi, apabila diartikan cinta diri
sendiri dengan mengurus diri sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya
terpenuhi secara wajar, maka cinta diri sendiri bernilai positif. Kita adalah
orang pertama yang wajib mengurus diri sendiri. Contoh cinta diri sendiri yang
mengandung niali negatif, misalnya seorang ibu yang tidak mau hamil karena
tidak ingin tubuhnya yang indah menjadi rusak akibat kehamilannya.
3.
Cinta Erotis
Kasih sayang yang bersumber dari
cinta erotis (sifat kebirahian) merupakan suatu yang sifatnya eksklusif
(khusus) , sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal ini
disebabkan letak antara cinta dan nafsu yang tidak berbeda jauh.
Padahal keduanya sangat bertolak
belakang sifatnya . kasih sayang dalam cinta erotis merupakan kontak seksual
yang asli sedangkan kasih sayang yang ideal adalah yang bersumber pada cinta.
Oleh karena itu, dalam kehidupan rumah tangga yang diikat dengan tali
perkawinan bila seorang suami tidak mampu menikahi istrinya secara rohaniah,
maka dalam dirinya akan timbul beban mental. Ia akan merasa berdosa atas
kekurangannya, begitu juga sebaliknya, berdosalah seorang istri jika tidak mau
melayani kehendak seksual suaminya. Oleh karena itu, timbul rasa tidak puas
antara suami dan istri dalam hubungan seksual, sehingga akan menimbulkan
kerenggangan hubungan yang dapat berakhir dengan perceraian.
Jika kasih sayang sebagai perwujudan
cinta erotis dapat menjadi pengikat erat dalam hubungan suami istri. Apalagi
bila mereka sudah dikaruniai anak.
4.
Cinta Keibuan
Kasih sayang yang bersumber pada
cinta keibuan, terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya. Ibu yang
memperoleh benih anak dari suaminya tercinta akan memelihara anaknya secara
hati - hati dan penuh kasih sayang demi keselamatan keturunanya. Setelah anak
lahir melalui penderitaan yang hebat, dirawat dan diasuhlah sang mutiara hati
itu dengan penuh kasih sayang. Selain ibu rasa cinta keibuan juga dimiliki oleh
guru taman kanak - kanak atau perawat, juga mereka yang menggantikan fungsi
seorang ibu, mereka yang mengajar anak - anak atau memelihara orang sakit
dengan penuh kasih sayang.
5.
Cinta Persaudaraan
Cinta persaudaraan diwujudkan manusia
dalam tingkah laku atau perbuatan. Cinta persaudaraan tidak mengenal batas suku
bangsa ataupun agama. Dalam cinta ini semua manusia adalah sama, yaitu sebagai
makhluk ciptaan Allah. Atas cinta yang demikianlah, seseorang tidak mempunyai
rasa pamrih untuk berbuat baik kepada sesamanya.
2.5 HUBUNGAN
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Manusia dan cinta kasih tidak dapat
dipisahkan karena memang keduanya sangat berkaitan. Manusia normal mempunyai
rasa cinta dan kasih kepada orang terdekatnya. Manusia adalah makhluk
sosial yang perlu ikatan antar setiap manusia sebagai aplikasi dari cinta
kasih. Ikatan itu bisa berbentuk tali persaudaraan, perkawanan, persahabatan,
dan cinta kasih antara manusia bahkan ada cinta kasih terhadap makhluk hidup
lainnya seperti hewan dan tanaman. Manusia membutuhkan manusia lain dan
tidak bisa untuk hidup secara individualis total. Jika diibaratkan seperti
makhluk hidup dan air, semua makhluk hidup sangat membutuhkan air untuk
bertahan hidup makhluq hidup tanpa air akan kehausan dan sulit untuk bertahan
hidup, begitupun Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan
akan membuat manusia itu berdarah dingin dan tidak peduli dengan lingkungan
yang ada disekitarnya.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Manusia pada
hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang.
Cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, tapi
antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian
tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan
rasa mengarah kepada yang dicintai.
Cinta itu mulia, bisa sangat indah,
cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang
dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan - angan maka cinta
bisasangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
3.2 SARAN
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat, menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar