MAKALAH MANUSIA DAN PENDERITAAN
Di
susun oleh :
Nama
: Widya Miftahul Jana
Kelas
: 1EA19
NPM
: 16219593
Mata
Kuliah : Sosial Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
PTA
2019 / 2020
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya
sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “
Manusia dan Penderitaan “ ini dengan sebaik - baiknya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya di bidang Softskill dengan
judul “Manusia dan Penderitaan “.
Akhirnya penulis berharap makalah
ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran
dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya
sempurna, maka dari itu penulis sangat
memerlukan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan isi
makalah.
Akhir
kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi
para pembaca dan khususnya penulis sendiri.
Bekasi, Desember 2019
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
1.2 LATAR BELAKANG
Manusia merupakan makhluk ciptaan
Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya. Kenapa?
Karena manusia diberikan akal, budi dan pikiran untuk berpikir secara
logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak
dilakukan. Manusia pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau
buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan
manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial.
Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari
orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.
Setiap manusia yang hidup di dunia
pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat. Hidup
tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukursebarapa
kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita, sedih, ataupun
susah.
Terkadang saat manusia terlalu
terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang
ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita.
Penderitaan selalu datang tak
terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam berapa, menit keberapa, dan
detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri hidupnya. Manusia hanya
perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan aturan yang berlaku dan
sesuai kepercayaan yang ia anut.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah-masalah yang akan dibahas sebagai
berikut :
- Apakah pengertian dari Penderitaan itu ?
- Ada apa sajakah contoh penderitaan dan penyebabnya ?
- Apa sajakah faktor - faktor timbulnya penderitaan ?
- Bagaimanakah pengaruh penderitaan terhadap manusia ?
1.3
TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan dari pembahasan
materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang penderitaan manusia dan
bentuk-bentuk dari penderitaan manusia.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
PENDERITAAN
Penderitaan adalah bahasa yang
sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita.Kata derita berasal
dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa
bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang
berbeda-beda.
Manusia dikatakan menderita apa bila
dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain. Penderitaan
termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat -
tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang
bermacam - macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan,
ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan
belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang
kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Menurut agama penderitaan itu adalah
teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat. Penderitaan adalah
termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga
menentukan berat - tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.
2.2
CONTOH – CONTOH PENDERITAAN DAN PENYEBABNYA
1. SIKSAAN
Siksaan dapat
diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa
atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan.
Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.
Contoh- contoh Penderitaan dan Penyebabnya, yaitu sebagai berikut: a.) Penyebabnya
Berdasarkan sebab - sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi 4 bagian sebagai berikut :
· Nasib buruk penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya Karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya : penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Namun dengan kesabaran dan tawakal dan optimise merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
· Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
· Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
· Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan
b.) Sifat psikis dari siksaan
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan, yaitu sebagai berikut :
Berdasarkan sebab - sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi 4 bagian sebagai berikut :
· Nasib buruk penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya Karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya : penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Namun dengan kesabaran dan tawakal dan optimise merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
· Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
· Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
· Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan
b.) Sifat psikis dari siksaan
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan, yaitu sebagai berikut :
1.
Kebimbangan
Kebimbangan
adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan
diambil, akibatnya seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu. Bagi
orang yang lemah pikirannya masalah kebimbangan akan lama dialami
2.
Kesepian
Kesepian
adalah keadaan dimana seseorang merasa sepi dalam dirinya atau jiwanya walawpun
dia berada di tempat keramaian.
Seperti
halnya kebimbangan, kesepian harus cepat diatasi agar seseorang tidak terlalu
lama berada dalam siksaan batin. Untuk mengatasi kesepian seseorang membutuhkan
kawan untuk berkomunikasi, kawan yang selalu ada dalam keadaan duka, yang mampu
memahami, mengerti dan menghayati kesepian yang dialami sahabat nya.
3.
Ketakutan
Ketakutan
dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila raasa takut itu
dibesar-besarkan tidak pada tempat nya maka disebut dengan phobia. Seperti pada
kesepian, ketakutan juga dapat dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai.
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.
Claustrophobia dan
Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Misalkan
kepanikan seperti situasi di lift, kereta api atau pesawat udara. Sedangkan
Agoraphobia adalah ketakutan seseorang berada di tempat terbuka, pada umumnya
penderita agoraphobia mengalami ketakutan terhadap tempat umum.
Gamang
b. Gamang
Gamang adalah ketakutan bila seseorang berada ditempat yang tinggi.
Misalkan seseorang berada dijembatan yang sempit yang dibawahnya terdapat air
yang mengalir.
c.
Kegelapan
Kegelapan merupakan ketakutan seseorang bila berada ditempat yang gelap.
Sebab dalam pikirannya akan muncul sesuatu yang menakutkan dalam tempat gelap
seperti setan atau pun pencuri. Orang yang demikian menghendaki ruangannya
selalu terang.
2. KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuaan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah kurang wajar.
A.
Gejala - gajala awal sesorang mengalami kekalutan
mental :
- Nampak pada jasmani yang sering merasa pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
- Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, cemburu, patah hati, mudah marah.
B.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
- Gangguan kejiwaan nampak pada kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
- Usaha mempertahankan diri dengan cara yang negatif yaitu lari dari permasalahan. Bagi orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan akan langsung menyelesaikan persoalan tersebut. Jadi bukan lari dari persoalan tetapi melawan dan menyelesaikannya.
- Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan memiliki gangguan.
C.
Sebab - sebab timbulnya kekalutan mental :
§ Kepribadian
yang lemah
Hal tersebut
sering menyebabkan seseorang merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur
akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mental nya.
§ Terjadinya
konflik sosial budaya
Norma yang
berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga
ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
§ Cara
pematangan batin
Yang salah
dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
D. Proses
kekalutan mental yang dihadapi seseorang dapat mendorang kearah yang
positif dan negatif, yaitu sebagai
berikut :
a.
Positif
Trauma yang
dialami dijawab dengan baik yaitu dengan melakukan hal - hal yang bersifat
positif seperti solat tahajud malam hari untuk memperoleh ketenangan jiwa dan
mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
b.
Negatif
Trauma yang
dialami diperlarutkan sehingga orang yang bersangkutan mengalami frustasi,
yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
E. Bentuk frustasi antara lain, yaitu sebagai berikut
:
ü Agresi
Kemarahan
yang meluap - meluap akibat emosi yang tidak terkendali, dan secara fisik dapat
berakibat mudahnya terserang tekanan darah tinggi atau tindakan sadis yang
dapat membahayakan orang lain.
ü Regresi
Kembali
kepada tingkah laku yang kekanak - kanakan seperti menjerit - jerit, menangis
sampai meraung - raung, memecahkan barang - barang.
ü Fiksasi
Peletakan
atau pembatasan pada satu pola yang sama. Misalnya dengan membisu,
memukul-mukul dada sendiri, membenturkan kepala dengan benda keras.
ü Narsisme
Self love
yang berlebihan sehingga merasa dirinya lebih superior dibanding yang lain.
ü Autisme
Gejala
menutup dirinya secara total dari dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan
orang lain, merasa puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus kesifat
yang sinting
2.3 FAKTOR – FAKTOR TERJADINTA
PENDERITAAN
Ada beberapa faktor – faktor timbulnya penderitaan antara lain, yaitu
sebagai berikut :
Ø Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia
karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan
hubungan manusia dengan alam sekitar.
Ø Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan
juga dapat terjadi karena penyakit, siksaan / azab Tuhan. Kesabaran, tawakal
dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
2.4 PENGARUH PENDERITAAN BAGI MANUSIA
Setiap penderitaan yang dialami oleh
seseorang membawa pengaruh baik positif maupun negatif. Sikap positif yaitu
sikap optimis dalam menghadapi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian
penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan
penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan. Sedangkan sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pada hakekatnya penderitaan dan
manusia itu berdampingan . karena penderitaan merupakain rangkaian dari
kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan.
Penderitaan itu dapat teratasi
tergantung bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah
dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang
dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya.
Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah
kita perbuat. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
Agar manusia tidak mengalami
penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan
kelakuannya baik kepada sesama manusia, alam sekitar , maupun kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar
batas kemampuan umatnya.
3.2 SARAN
Dengan diselesaikannya makalah ini
penulis berharap makalah ini dapat dikaji dan dipahami dengan baik dan bermanfaat
bagi pembaca dan juga menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.