Jumat, 15 April 2022

Etika Bisnis "Kasus Pelanggaran Etika Bisnis Pada PT. Unilever" - Tulisan

KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS PADA PT. UNILEVER

Disusun Oleh :

                                                    Nama               : Widya Miftahul Jana

                                                    NPM               : 16219593

                                                    Kelas               : 3EA25

                                                    Mata Kuliah    : Etika Bisnis


 

 

 


FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2022



PEMBAHASAN


     A.    Profil Perusahaan

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia,tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. PT Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik. PT Unilever selalu menekankan pada integritas dan kualitas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.

                                                                                                                                                                      

    B.     Etika Bisnis dalam Perusahaan Unilever

1.      Standar Perilaku

Dalam melaksanakan semua kegiatan, kami melakukannya dengan penuh kejujuran, integritas, keterbukaan serta menghormati hak azasi manusia, menjaga kepentingan para karyawan kami dan menghormati kepentingan sah dari para relasi kami.

 

2.      Mematuhi Hukum

Seluruh perusahaan Unilever dan para karyawannya berkewajiban mematuhi ketentuan hukum dan peraturan masing-masing negara di tempat mereka melaksanakan usahanya.

 

3.      Karyawan

Kami bertekad bekerjasama dengan karyawan demi mengembangkan dan memperkuat ketrampilan dan kemampuan setiap individu. Kami menghargai martabat dan hak individu untuk kebebasan berserikat dalam satu asosiasi. Kami akan memelihara terjalinnya komunikasi yang baik dengan para karyawan melalui informasi dari perusahaan dan proses konsultasi.

 

4.      Pemegang Saham

Unilever melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan bertaraf internasional. Kami menyediakan informasi atas kegiatan kami, struktur dan situasi serta kinerja finansial kepada pemegang saham pada waktunya secara teratur dan benar.

 

5.      Mitra Usaha

Unilever memiliki komitmen tinggi dalam menjalin hubungan yang saling bermanfaat  dengan para pemasok, pelanggan, dan mitra usaha. Dalam jalinan bisnis, kami mengharapkan para mitra kami untuk mematuhi prinsip bisnis yang selaras dengan prinsip bisnis kami.

         

    C.    Pelanggaran yang Mungkin Dilakukan PT. Unilever Tanpa Etika Bisnis

1.      Dampak Pencemaran air

Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, hal ini diakibatkan oleh air sudah tercemar.

2.      Dampak Pencemaran Udara

Dengan dibangunnya pabrik di perkotaan asapnya dapat mengakibatkan polusi udara sehingga menganggu kenyamanan bagi para pemakai jalan. Apabila udara telah tercemar maka akan menimbulkan penyakit seperti sesak napas.

3.      Dampak Pencemaran Tanah

Tanah yang telah tercemar oleh bahan pencemar seperti senyawa karbonat maka tanah tersebut akan menjadi asam, H2S yang bersama CO  membentuk senyawa beracun didalam tanah sehingga cacing penggembur tanah mati.

 

    D.    Faktor Penyebab Perusahaan Melakukan Pelanggaran

a.       Menurunnya formalism etis (moral yang berfokus pada maksud yang berkaitan dengan perilaku dan hak tertentu.

b.      Kurangnya kesadaran moral utilarian (moral yang berkaitan dengan memaksimumkan hal terbaik bagi orang sebanyak mungkin).

c.       Undang - undang atau peraturan yang mengatur perdagangan, bisnis dan ekonomi masih kurang.

d.      Lemahnya kedudukan lembaga yang melindungi hak - hak konsumen.

e.       Rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan serta informasi mengenai bahan, material berbahaya.

f.       Pandangan yang salah dalam menjalankan bisnis (tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan semata, bukan kegiatan social).

g.      Rendahnya tanggung jawab social atau CSR (Corporate Social Responsibility).

h.      Kurangnya pemahaman tentang prinsip etika bisnis.

 

    E.     Upaya yang Dapat Dilakukan Oleh Perusahaan Untuk Mengatasi Pelanggaran

Ø  Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.

Ø  Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.

Ø  Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.

 

 

PENUTUP


A.    Kesimpulan

Dari kasus pada PT Unilever tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut :

1.      PT Unilever telah menggunakan etika dalam melakukan bisnisnya.

2.      Pelanggaran-pelanggaran seperti pencemaran lingkungan dapat terjadi apabila PT   Unilever tidak menggunakan etika bisnis.

 

B.     Saran 

Dari hasil penulisan diatas diharapkan PT Unilever konsisten dalam menjalankan etika bisnisnya agar menghindari segala pelanggaran yang dapat terjadi. Dan mempertahankan serta meningkatkan segala prestasi yang telah dicapai dan terus memberikan dampak yang positif terhadap bisnisnya dan juga untuk masyarakat.

 

C.    Sumber

https://nissaoctavia.blogspot.com/2020/03/kasus-pelanggaran-etika-bisnis-pt.html

 

 "Terima Kasih"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar