MAKALAH
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Di
susun oleh :
Nama :
Widya Miftahul Jana
Kelas : 1EA19
NPM : 16219593
Mata Kuliah : Sosial Budaya
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
PTA
2019 / 2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya
panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya
sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “
Manusia dan Pandangan Hidup “ ini dengan sebaik - baiknya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi
penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya di bidang Softskill dengan
judul “Manusia dan Pandangan Hidup “.
Akhirnya penulis berharap makalah
ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran
dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Penulisan makalah ini tidak sepenuhnya
sempurna, maka dari itu penulis sangat
memerlukan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan isi
makalah.
Akhir
kata penulis ucapkan terima kasih dan semoga penulisan makalah ini berguna bagi
para pembaca dan khususnya penulis sendiri.
Bekasi, Desember 2019
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya.
Dikarenakan manusia memiliki akal, pikiran dan rasa. Ketika kekayaan manusia
inilah yang membuat manusia disebut sebagai khalifah di bumi ini. Tuntunan
hidup manusia lebih dari pada tuntutan hidup makhluk lainnya yang membuat manusia
berfikir lebih maju untuk memenuhi kebutuhan atau hajat hidupnya di dunia, baik
yang bersifat jasmani maupun rohani. Dari proses ini maka lahirlah apa yang
disebut kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda - beda mengelompokkan
pandangan hidup yang berdeda - beda akan menciptakan paham atau aliran.
Pandangan hidup tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan manusia. Jadi
pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal
budi manusia. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan
seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh kehidupan. Oleh karena itu, dalam
kehidupan dunia dan akhirat pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir
hidup mereka sendiri. Selain itu pandangan hidup juga tidak langsung muncul
dalam masyarakat, melainkan melalui berbagai proses dalam menemukan jati diri
atau pandangan hidupnya. Mulai dari masa kanak - kanak hingga dewasa.
Dalam penemuan pandangan hidup
tersebut, tidak lepas juga dengan pendidikan. Manusia mengetahui tentang
hakikat hidup dan sebagainya adalah berasal dari pendidikan.Oleh karena itu
jika kita membahas tentang pendangan hidup, tidak boleh lepas dari pendidikan
manusia dapat berfikir ledih kedepan mulai dari kehidupan baik lahir dan batin.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1.
Bagaimana pengertian pandangan hidup?
2.
Bagaimana hubungan pandangan hidup dengan kehidupan
manusia?
1.3 TUJUAN
MASALAH
1.
Mendeskripsikan pengertian pandangan hidup.
2.
Mendeskripsikan hubungan pandangan hidup dengan
kehidupan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
- HAKIKAT MANUSIA
Dalam pikiran dan perasaan manusia, ada beberapa
faktor penting yang harus menjadikan manusia sebagai makhluk yang berakal,
yakni :
2.1 PANDANGAN
HIDUP
Pandangan
Hidup merupakan suatu dasar atau landasan
untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat
bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan,
tingkah laku dan aturan serta undang - undang harus merupakan pancaran dari
pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup.
Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh
siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki
oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah
sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita - cita hidup. Hanya kadar cita - citanya sajalah yang
berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya,
apabila gagal mencapai cita - cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal -
hal yang bersifat negative.
Disinilah
peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan
pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang
tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi
masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Pandangan
hidup tidak sama dengan cita - cita. Sekalipun demikian, pandangan hiup erat sekali kaitannya
dengan cita - cita.
Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita
- cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau
masyarakat.
2.2
CITA - CITA
Cita – Cita Menurut
kamus besar Bahasa Indonesia, yang disebut cita - cita adalah keinginan,
harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun
tujuan merupakan apa yang mau di peroleh seseorang pada masa mendatang dan
semakin lama semakin tinggi. Dengan demikian cita - cita merupakan pandangan
masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Apa bila cita - cita
itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut
angan-angan.Dapatkah seseorang mecapai apa yang dicita-citakan,hal itu
tegantung dari tiga faktor. Pertama, manusianya yaitu yang memiliki
cita-cita. Kedua, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita
– citakan, dan Ketiga,seberapah tinggikah cita - cita yang hendak
dicapai.
2.3 KEBAJIKAN
Kebajikan
atau kebaikan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan
moral, perbuatan yang sesuai dengan norma - norma agama dan etika. Makna
kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik,
mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia
merupakan mahluk sosial yaitu seperti : manusia hidup bermasyarakat, manusia
saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota
masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling
merugikan, dan sebagainya. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan
sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara
hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang,
untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau
tingkah laku. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, barbahasa baik, bertingkah laku
baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang
bagi yang melihatnya. Namun ada pula kebajikan semu, yaitu kejahatan yang
berselubung kebajikan.
2.4 SIKAP HIDUP
Sikap hidup
ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Apakah kita mempunyai sikap yang
positif atau yang negatif. Apakah kita mempunyai sikap optimis atau pesimis?
Atau apakah kita mempunyai sikap yang apatis?.
Sikap itu ada didalam hati kita dan hanya kitalah yang tahu.orang lain
hanya baru tahu setelah kita
bertindak. Sikap itu penting, setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu
tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai kemauan yang
membentuknya.
Sikap dapat juga berubah karena situasi, kondisi, dan lingkungan. Dalam
menghadapi kehidupan, manusia selalu menghadapi manusia lain atau menghadapi sekelompok manusia. Ada beberapa sikap etis
dan non etis. Sikap etis
disebut juga sikap positif,
dan sikap non etis disebut juga sikap negatif.
(v) Ada tujuh
sikap etis, yaitu :
1) sikap lincah - sikap arif
2) sikap rendah hati - sikap berani
3) sikap tenang - sikap halus
4) dan sikap bangga
(v) Sikap non
etis atau sikap negatif, yaitu :
1) sikap kaku - sikap takut
2) sikap gugup - sikap kasar
3) sikap angkuh - sikap dan sikap
rendah diri
Sikap - sikap
ini harus dijauhkan dari diri pribadi - pribadi., karena sangat merugikan baik
bagi pribadi masing - masing maupun bagi kemajuan bangsa.
2.5 MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Akal dan budi sebagai milik manusia
ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia tersebut. Sebab akal dan
budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu
diantara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Disatu pihak
manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain manusia menyadari
kehidupannya lebih kompleks.
Pandangan hidup merupakan masalah
yang asasi bagi manusia. Sayangnya tidak semua manusia menyadari, sehingga
banyak orang yang memeluk sesuatu agama semata-mata atau dasar keturunan. Pandangan hidup penting bagi kehidupan
manusia dimasa sekarang maupun kehidupan di akhirat, dan sudah sepantasnya
setiap manusia memilikinya.
Perlu kita sadari bahwa baik Tuhan
maupun agama bagi kita adalah suatu kebutuhan. Buka kebutuhan sesaat melainkan
kebutuhan yang terus menerus dan abadi. Sebab setiap saat kita memerlukan
perlindungan Tuhan dan petunjuk agama sampai di akhir nanti.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Pandangan hidup merupakan bagaimana
manusia memandang kehidupannya. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang
berdeda-beda dan melahirkan suatu paham. Wujud pandangan hidup manusia
berkaitan dengan cita - cita, kebajikan, dan sikap hidup.
Cita - cita merupakan pandangan
hidup di masa yang akan datang. kebajikan secara nyata dan dapat dirasakan
melalui tingkah lakunya. Dan, dalam hal ini, tingkah laku manusia sebagai
perwujudan kebajikan inilah yang akan dikemukakan karena wujudnya dapat dilihat
dan dirasakan. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap
orang memiliki tingkah laku sendiri - sendiri yang berbeda dari orang lain dan
tergantung dari pembawaan, lingkungan, dan pengalaman. Dalam setiap perbuatan,
manusia harus memahami etika yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga kehidupan
dalam memasyarakat menjadi tenang dan tentram.
3.2 SARAN
Kita memiliki banyak hal yang
dilalui semata dalam pandangan hidup yang berbeda – beda dengan memiliki
kebajikan hidup yang nyata, Sehingga kehidupan dalam menjalani kehidupan ini
menjadi tenang dan tentram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar